...BEGITU
MENGESANKAN...
By Nur Hayati
Sungguh
sebuah pengalaman pribadi yang begitu mengesankan. Praktek Lapangan Persekolahan
01, yang diikuti oleh para mahasiswa dan mahasiswi semester 03 prodi PAI
yang diadakan di Manado City pada tanggal 14-17 Januari 2020, serta
didampingi oleh Bapak Ketua Jurusan dan juga beberapa Bapak/Ibu dosen
pendamping. Kala itu kami telah terbagi menjadi beberapa kelompok, dan saya
masuk kedalam kelompok 04 yang ditugaskan untuk melakukan observasi atau
pengamatan di salah satu sekolah yang ada disana, tepatnya di SD Katolik 03
Frater DON BOSCO.
Pada
pagi hari yang cerah dengan sejuknya udara pagi, tepatnya pada pukul 05:30 WITA
saya dan semua teman-teman berkumpul di Masjid Agung Baiturahman Limboto, untuk
menunggu keberangkatan ke Manado City dengan mengendarai bus. Sebelum
keberangkatan semua peserta melaksanakan sholat sunnah Safar berjama’ah,
kemudian dilanjut dengan pembagian id card, pin dan juga konsumsi untuk peserta
selama diperjalanan pun telah dirampungkan. Tepat pada pukul 07:30 WITA kami
pun on the way dengan harapan semoga selamat sampai tujuan dan bisa memetik
pengalaman baru juga menambah wawasan agar lebih luas lagi. Tepat pada pukul
21:00 WITA kami pun sampai di tempat tujuan yaitu Mess Haji Manado, dengan
kondisi yang cukup kelelahan.
Singkat
cerita pada keesokan harinya dimulailah tujuan utama kami, yaitu melakukan
sebuah observasi /pengamatan terhadap sekolah-sekolah yang berada di Manado.
Perjalanan yang ditempuh tidak begitu jauh untuk sampai disekolah tempat tujuan
observasi kami. Setelah sampai disekolah saya juga teman-teman tim observasi
serta bapak dosen pendamping disambut dengan baik oleh kepala sekolah dan juga
guru-guru SD Katolik 03 Frater DON BOSCO, perkenalan dan juga sedikit pemberian
cendera mata pun telah usai diberikan kepada pihak sekolah SD Katolik 03 Frater
DON BOSCO.
Beranjak
dari situ, saya bersama teman-teman peserta pun langsung diarahkan untuk melakukan
pengamatannya sesuai tupoksi masing-masing yang telah ditentukan berdasarkan data
form sebelumnya. Disinilah kekaguman ku muncul terhadap mereka siswa-siswi SD
Katolik 03 Frater DON BOSCO, meskipun secara penampilan dengannya kami sedikit
berbeda tapi hal itu tidak membuat mereka lain dalam memperlakukan kami. Mereka
begitu sangat sopan, ramah dan juga saling menghargai perbedaan, walaupun jika
dipikir mereka masih begitu muda untuk paham dengan hal seperti itu. Tapi di SD
Katolik 03 Frater DON BOSCO hal itu telah ditanamkan sejak dini, dan
siswa-siswinya pun meneladaninya. Mungkin sama halnya dengan sekolah lain yang
juga sama-sama menanamkan sikap hormat, sopan dan saling menghargai sejak dini,
tapi kali ini berbeda saya begitu merasakan perbedaan terhadap sekolah yang
kami kunjungi tersebut.
Dan
hal yang paling membuat ku begitu terpukau, mereka begitu kompak dan paham dalam
hal tolong menolong terhadap sesamanya,
meskipun dari segi penampilan dan juga keyakinan berbeda. Karena dalam kelompok
ku tidak sedikit yang mengenakan cadar atau niqob, tetapi kulihat tidak ada raut mereka yang merasa aneh atau takut dengan
apa yang kami kenakan. Hhmm... Cukup membuat hati ini begitu bangga, betapa pentingnya
sikap rasa saling menghargai bagi siswa-siswi disana, dan hal itu pun mengajarkan
ku arti dari sebuah perbedaan yang tidak merubah apapun dan dari sisi manapun.
Memang
suatu perjalanan yang lumayan jauh dan cukup membuat jiwa dan raga terasa lelah
karena dua mata yang harus menatap lebih lama dari biasanya, serta tangan dan
kaki yang harus bergerak lebih dari biasanya. Begitu amat banyak kejadian yang
ku alami disana, seperti halnya harus
lebih terbiasa lagi untuk bersabar dalam segala hal. Meskipun saya adalah salah
satu panitia dari kegiatan ini tapi kami pun berlaku adil terhadap peserta. Saya
dan juga teman-teman panitia putri lainnya yang berjumlah 10 orang terpaksa harus tidur di sebuah ruang kamar
yang memang telah disediakan di Mess Haji Manado. Dalam ruang kamar itu
fasilitasnya sangat kurang, hanya ada beberapa kasur saja. Kondisi lantai pun
sangat begitu kotor serta tidak ada sapu untuk membersihkannya. Ketiadaan AC
atau kipas di ruang kamar menambah suasana kamar menjadi begitu panas. Dan disitu pula
kesabaran kami kembali diuji, karena tidak diduga ada banyak Kecoa dibawah
kasur yang akan kami tiduri. Tidak sampai disitu air yang saya dan juga
teman-teman gunakan untuk mandi dan sebagainya, ternyata menimbulkan gatal pada
kulit terlebih lagi untuk kulit yang sensitif dan mudah alergi seperti saya.
Tetapi semua itu telah kami lalui dengan
enjoy, tanpa ada rasa sedih, mungkin hanya sedikit ngeluh dan ingin
segera balik pulang ke Gorontalo hehe..
Tidak
hanya sampai disitu,.. begitu banyak kejadian yang ku alami disana, mulai dari
yang menyenangkan hingga yang paling menyedihkan pun kurasakan. Di Manado City
kegiatan kami tidak berhenti sampai disekolah saja, tapi kami juga berkunjung
ke Institut Agama Islam Negeri Manado serta ke beberapa tempat-tempat wisata
yang memiliki spot tidak kalah indahnya dengan spot-spot yang ada di Gorontalo.
Dari sekian tempat wisata yang kami kunjungi yang begitu paling berkesan bagiku
ialah ketika berada di wisata Danau Linow.
Wisata
yang begitu indah karena dihiasi dengan hamparan danau yang berwarna biru
kehijauan, suasana sore yang sejuk, beberapa spot keren untuk berfoto ria, serta aroma belerang yang cukup menusuk pada
penciuman, tapi hal itu tidak membuat ku merasa terganggu. Ku nikmati udara
sore hari yang tidak biasa bersama teman-teman semua, sembari ditemani oleh
secangkir kopi susu yang mampu menghangatkan badan, sehingga ku merasa nyaman
kala itu. Bergurau menceritakan segala hal apa saja yang menurutku sendiri eem... tidak begitu
penting sih, hehe... serta berfoto dengan gaya yang bermacam-macam pun kami
lalui. Beranjak dari hal itu membuatku sadar betapa indahnya ciptaan Sang
Khaliq ini, dibuatnya terpukau hati ini melihat apa yang diciptakan-Nya. Rasa
syukur tiada henti ketika melihat semua keindahan itu terpampang langsung di depan
mata.
Sebenarnya
masih banyak lagi kejadian dan juga pengalaman yang kudapatkan dari kegiatan
PLP 01 ini yang juga tidak kalah serunya. Pelajaran berharga yang bisa
dijadikan contoh adalah sikap saling menghargai perbedaan, sopan dan juga ramah
terhadap sesama yang diajarkan oleh siswa-siswi SD Katolik 03 Frater DON BOSCO,
kesabaran yang harus dibiasakan lagi dalam diri, serta rasa syukur yang harus
terus dipanjatkan dalam tiap detik nafas kita. Semua ini akan terangkum dalam
memori pikiran dan kuingat hingga kapanpun. Ku kenang semua ini melalui narasi
yang ku tulis, tujuannya tidak lain untuk berbagi pengalaman juga ilmu yang ku
dapatkan selama kegiatan Praktek Lapangan Persekolahan (PLP 01) di Manado City.
Sukses PLP 01 Manado, oleh para Mahasiswa dan Mahasiswi semester 03 prodi PAI, Fakultas Ilmu Tarbiyah
dan Keguruan.
Hidup
Mahasiswa, Hidup Mahasiswa ...Takbirrrr.... Allahu’akbar...