Senin, 20 Januari 2020


                           ...BEGITU MENGESANKAN...
       By Nur Hayati

          

Sungguh sebuah pengalaman pribadi yang begitu mengesankan. Praktek Lapangan Persekolahan 01, yang diikuti oleh para mahasiswa dan mahasiswi semester 03 prodi PAI yang diadakan di Manado City pada tanggal 14-17 Januari 2020, serta didampingi oleh Bapak Ketua Jurusan dan juga beberapa Bapak/Ibu dosen pendamping. Kala itu kami telah terbagi menjadi beberapa kelompok, dan saya masuk kedalam kelompok 04 yang ditugaskan untuk melakukan observasi atau pengamatan di salah satu sekolah yang ada disana, tepatnya di SD Katolik 03 Frater DON BOSCO.
Pada pagi hari yang cerah dengan sejuknya udara pagi, tepatnya pada pukul 05:30 WITA saya dan semua teman-teman berkumpul di Masjid Agung Baiturahman Limboto, untuk menunggu keberangkatan ke Manado City dengan mengendarai bus. Sebelum keberangkatan semua peserta melaksanakan sholat sunnah Safar berjama’ah, kemudian dilanjut dengan pembagian id card, pin dan juga konsumsi untuk peserta selama diperjalanan pun telah dirampungkan. Tepat pada pukul 07:30 WITA kami pun on the way dengan harapan semoga selamat sampai tujuan dan bisa memetik pengalaman baru juga menambah wawasan agar lebih luas lagi. Tepat pada pukul 21:00 WITA kami pun sampai di tempat tujuan yaitu Mess Haji Manado, dengan kondisi yang cukup kelelahan.
Singkat cerita pada keesokan harinya dimulailah tujuan utama kami, yaitu melakukan sebuah observasi /pengamatan terhadap sekolah-sekolah yang berada di Manado. Perjalanan yang ditempuh tidak begitu jauh untuk sampai disekolah tempat tujuan observasi kami. Setelah sampai disekolah saya juga teman-teman tim observasi serta bapak dosen pendamping disambut dengan baik oleh kepala sekolah dan juga guru-guru SD Katolik 03 Frater DON BOSCO, perkenalan dan juga sedikit pemberian cendera mata pun telah usai diberikan kepada pihak sekolah SD Katolik 03 Frater DON BOSCO.
Beranjak dari situ, saya bersama teman-teman peserta pun langsung diarahkan untuk melakukan pengamatannya sesuai tupoksi masing-masing yang telah ditentukan berdasarkan data form sebelumnya. Disinilah kekaguman ku muncul terhadap mereka siswa-siswi SD Katolik 03 Frater DON BOSCO, meskipun secara penampilan dengannya kami sedikit berbeda tapi hal itu tidak membuat mereka lain dalam memperlakukan kami. Mereka begitu sangat sopan, ramah dan juga saling menghargai perbedaan, walaupun jika dipikir mereka masih begitu muda untuk  paham dengan hal seperti itu. Tapi di SD Katolik 03 Frater DON BOSCO hal itu telah ditanamkan sejak dini, dan siswa-siswinya pun meneladaninya. Mungkin sama halnya dengan sekolah lain yang juga sama-sama menanamkan sikap hormat, sopan dan saling menghargai sejak dini, tapi kali ini berbeda saya begitu merasakan perbedaan terhadap sekolah yang kami kunjungi tersebut.
Dan hal yang paling membuat ku begitu terpukau, mereka begitu kompak dan paham dalam hal tolong menolong terhadap sesamanya, meskipun dari segi penampilan dan juga keyakinan berbeda. Karena dalam kelompok ku tidak sedikit yang mengenakan cadar atau niqob, tetapi kulihat tidak ada  raut mereka yang merasa aneh atau takut dengan apa yang kami kenakan. Hhmm... Cukup membuat hati ini begitu bangga, betapa pentingnya sikap rasa saling menghargai bagi siswa-siswi disana, dan hal itu pun mengajarkan ku arti dari sebuah perbedaan yang tidak merubah apapun dan dari sisi manapun.
Memang suatu perjalanan yang lumayan jauh dan cukup membuat jiwa dan raga terasa lelah karena dua mata yang harus menatap lebih lama dari biasanya, serta tangan dan kaki yang harus bergerak lebih dari biasanya. Begitu amat banyak kejadian yang ku alami disana,  seperti halnya harus lebih terbiasa lagi untuk bersabar dalam segala hal. Meskipun saya adalah salah satu panitia dari kegiatan ini tapi kami pun berlaku adil terhadap peserta. Saya dan juga teman-teman panitia putri lainnya yang berjumlah 10 orang  terpaksa harus tidur di sebuah ruang kamar yang memang telah disediakan di Mess Haji Manado. Dalam ruang kamar itu fasilitasnya sangat kurang, hanya ada beberapa kasur saja. Kondisi lantai pun sangat begitu kotor serta tidak ada sapu untuk membersihkannya. Ketiadaan AC atau kipas di ruang kamar menambah suasana kamar menjadi begitu panas. Dan disitu pula kesabaran kami kembali diuji, karena tidak diduga ada banyak Kecoa dibawah kasur yang akan kami tiduri. Tidak sampai disitu air yang saya dan juga teman-teman gunakan untuk mandi dan sebagainya, ternyata menimbulkan gatal pada kulit terlebih lagi untuk kulit yang sensitif dan mudah alergi seperti saya. Tetapi  semua itu telah kami lalui dengan enjoy, tanpa ada rasa sedih, mungkin hanya sedikit ngeluh dan ingin segera balik pulang ke Gorontalo hehe..
Tidak hanya sampai disitu,.. begitu banyak kejadian yang ku alami disana, mulai dari yang menyenangkan hingga yang paling menyedihkan pun kurasakan. Di Manado City kegiatan kami tidak berhenti sampai disekolah saja, tapi kami juga berkunjung ke Institut Agama Islam Negeri Manado serta ke beberapa tempat-tempat wisata yang memiliki spot tidak kalah indahnya dengan spot-spot yang ada di Gorontalo. Dari sekian tempat wisata yang kami kunjungi yang begitu paling berkesan bagiku ialah ketika berada di wisata Danau Linow.
Wisata yang begitu indah karena dihiasi dengan hamparan danau yang berwarna biru kehijauan, suasana sore yang sejuk, beberapa spot keren untuk berfoto ria, serta  aroma belerang yang cukup menusuk pada penciuman, tapi hal itu tidak membuat ku merasa terganggu. Ku nikmati udara sore hari yang tidak biasa bersama teman-teman semua, sembari ditemani oleh secangkir kopi susu yang mampu menghangatkan badan, sehingga ku merasa nyaman kala itu. Bergurau menceritakan segala hal apa saja yang menurutku sendiri eem... tidak begitu penting sih, hehe... serta berfoto dengan gaya yang bermacam-macam pun kami lalui. Beranjak dari hal itu membuatku sadar betapa indahnya ciptaan Sang Khaliq ini, dibuatnya terpukau hati ini melihat apa yang diciptakan-Nya. Rasa syukur tiada henti ketika melihat semua keindahan itu terpampang langsung di depan mata.
Sebenarnya masih banyak lagi kejadian dan juga pengalaman yang kudapatkan dari kegiatan PLP 01 ini yang juga tidak kalah serunya. Pelajaran berharga yang bisa dijadikan contoh adalah sikap saling menghargai perbedaan, sopan dan juga ramah terhadap sesama yang diajarkan oleh siswa-siswi SD Katolik 03 Frater DON BOSCO, kesabaran yang harus dibiasakan lagi dalam diri, serta rasa syukur yang harus terus dipanjatkan dalam tiap detik nafas kita. Semua ini akan terangkum dalam memori pikiran dan kuingat hingga kapanpun. Ku kenang semua ini melalui narasi yang ku tulis, tujuannya tidak lain untuk berbagi pengalaman juga ilmu yang ku dapatkan selama kegiatan Praktek Lapangan Persekolahan (PLP 01) di Manado City. Sukses PLP 01 Manado, oleh para Mahasiswa dan Mahasiswi  semester 03 prodi PAI, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan. 

        Hidup Mahasiswa, Hidup Mahasiswa ...Takbirrrr.... Allahu’akbar...